Ponpes Putri Unimus Wujudkan Musyrifah Multitalent di Bidang Kesehatan

Musyrifah Foto Bersama Pengelola Ponpes Putri Unimus (Direktur dan Jajarannya)

Ponpes Putri Unimus| Semarang (25/3) pukul 08.00 – 12.00 WIB di Ponpes Putri KH. Sahlan Rosjidi Unimus telah terselenggara kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama dengan tema “Mewujudkan Musyrifah yang Multitalent di Bidang Kesehatan”. Acara ini termasuk program kerja dari Bidang Kesehatan dan Olahraga yang bertujuan untuk melatih para musyrifah agar terampil dalam melakukan pertolongan pertama khususnya untuk mahasantri Ponpes Putri KH. Sahlan Rosjidi Unimus. Turut hadir Direktur Ponpes (Rohmat Suprapto, S.Ag., M.SI), Pengelola Ponpes (Sri Sukasih, S.Ag selaku Kepala Asrama dan Nugraheny Yunita selaku Staf Keuangan) serta seluruh musyrifah yang berjumlah 13 orang sebagai peserta pelatihan. Hadir pembicara pelatihan (Nur Aini, S.Kep) yang dalam hal ini merupakan bagian dari Musyrifah sebagai Koordinator Kemahasantrian.

Rangkaian kegiatan pelatihan dimulai dengan pembukaan dilanjutkan pemberian materi secara teori kemudian praktik. Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Ponpes. Dalam sambutannya beliau menyampaikan, “Menurut saya, Pemberian pertolongan pertama kepada adik-adik mahasantri bukan hanya sekedar pemberian obat penyembuh rasa sakit saja, melainkan bentuk kepedulian dan perhatian/friendly terhadap adik-adik sehingga mereka merasakan bahwa kakak musyrifah adalah orangtuanya/keluarganya. Jika hal tersebut tidak terjadi maka tingkat pendampingan kepada mahasantri perlu ditingkatkan lagi”. Demikian pula disampaikan oleh pembicara bahwa pertolongan pertama ini sangat penting bagi semua orang, tidak harus orang-orang yang berlatar belakang kesehatan saja melainkan semuanya perlu memiliki keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama.

Teori yang disampaikan berupa materi pertolongan pertama secara dasar untuk menangani peristiwa yang sering terjadi pada mahasantri sepert bagaimana cara menurunkani demam, cara menangani jika ada yang pingsan, sesak nafas, dan sebagainya. Kemudian dilanjutkan praktik sekaligus sebagai penutup acara. Pemateri memberikan bekal kepada peserta bagaimana cara mengukur tekanan darah (tensi), bagaimana cara transport pasien, cara menggunakan tabung oksigen, dan yang terakhir yaitu cara penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).

Harapan terselenggaranya kegiatan pelatihan pertolongan pertama ini dapat meningkatkan keterampilan musyrifah yang tidak hanya berperan sebagai kakak pembina bagi mahasantri saja, melainkan dapat menjadi orangtua, keluarga, sekaligus perawat pertama ketika mereka sakit.

 

(PonpesPutriUnimus/adm/df)